Pencahayaan Dalam Film

Pencahayaan dalam dunia visualisasi dapat menghasilkan efek yang dramatis dan imajinatif. Tata cahaya dalam film secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat unsur, yakni, kualitas, arah, sumber serta warna cahaya. Keempat unsur ini sangat mempengaruhi tata cahaya dalam membentuk suasana serta mood sebuah film.

Cahaya membentuk obyek dengan menciptakan sisi terang dan sisi bayangan dari sebuah obyek. Sisi terang adalah bagian permukaan obyek yang terkena cahaya sedangkan sisi bayangan adalah bagian permukaan obyek yang tidak terkena cahaya. Sisi terang sangat berpengaruh memperlihatkan bentuk tekstur halus dan kasar. Jika permukaannya halus cenderung memantulkan cahaya dan jika permukaannya kasar cenderung menyebarkan cahaya.

Sementara sisi bayangan terdiri dari dua jenis, yakni bayangan pada obyek dan bayangan dari obyek. Bayangan pada obyek tercipta jika cahaya gagal menerangi seluruh permukaan obyeknya, dalam hal ini umumnya adalah wajah manusia. Permukaan wajah yang dekat dg sebuah lampu minyak atau lilin, mampu memberikan bayangan dari hidung pada bagian pipi. Sementara lampu minyak dan lilin sendiri juga mampu menciptakan bayangan tubuh pada dinding di belakangnya. Hal ini disebut bayangan dari obyeknya.

KUALITAS PENCAHAYAAN

Kualitas cahaya merujuk pada besar kecilnya intensitas pencahayaan. Cahaya terang (hard light) cenderung menghasilkan bentuk obyek serta bayangan yang jelas. Sementara cahaya lembut (soft light) cenderung menyebarkan cahaya sehingga menghasilkan bayangan yang tipis. Sinar matahari atau cahaya lampu yang menyorot sangat tajam merupakan hard light dan cahaya langit yang cerah merupakan soft light.

ARAH PENCAHAYAAN

1. Frontal Lighting : cenderung menghapus bayangan dan menegaskan bentuk sebuah obyek atau wajah karakter.
2. Side Lighting : cenderung menampilkan bayangan ke arah samping tubuh karakter atau bayangan pada wajah.
3. Back Lighting : mampu menampilkan bentuk siluet sebuah obyek atau karakter jika tidak dikombinasikan dengan arah cahaya lain.
4. Under Lighting : ditempatkan di bagian depan bawah karakter dan biasanya pada bagian wajah. Efeknya seperti cahaya senter atau api unggun yang diarahkan dari arah bawah.
5. Top Lighting : sangat jarang digunakan dan pada umumnya untuk mempertegas sebuah benda atau karakter. Top lighting bisa pula sekedar menunjukkan jenis pencahayaan (buatan) dalam sebuah adegan, seperti lampu gantung atau lampu jalan.

SUMBER CAHAYA
Sumber cahaya dilihat pada karakter sumber cahaya, yakni pencahayaan buatan dan pencahayaan natural seperti apa adanya di lokasi setting.

Selama produksi film, sineas umumnya memakai 2 sumber cahaya yakni sumber cahaya utama (key light) dan sumber cahaya pengisi (fill light). Key light merupakan sumber cahaya paling utama serta paling kuat menghasilkan bayangan. Sementara fill light digunakan untuk melembutkan atau menghilangkan bayangan.

WARNA CAHAYA

Warna cahaya secara natural hanya terbatas pada warna putih (sinar matahari) dan kuning muda (lampu). Namun dg menggunakan filter, sineas dapat menghasilkan warna tertentu sesuai dengan keinginannya. Warna cahaya juga dapat digunakan untuk menghasilkan motif – motif tertentu.

[Dikutip dari buku Memahami Film karya Himawan Pratista]

Iklan

~ oleh arfanni pada Juli 1, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: